Teks editorial
Teringat dengan pemilihan calon presiden tahun 2019 pada bulan april, yang menjadi kandidat yakni Bapak Prabowo dan Bapak Jokowi. Sebelum menjelangnya pemilihan, banyaknya kampanye sana sini, untuk saling membuktikan bahwa mereka pantas untuk menjadi Presiden. Ya, memang dengan adanya kampanye sedikit membantu untuk meyakinkan bahwa, memang benar-benar orang tersebut layak untuk dijadikan pemimpin.
Dan harus tetap komitmen dan bertanggung jawab atas lontaran-lontaran atau janji-janji yang telah tersampaikan oleh masyrakat setempat atau masyarakat yang telah dikunjungi. Sehingga masyarakat tidak menjadi kecewa, dan jika mereka dikecewakan, maka smereka akan menganggap semua itu hanya prioritas dan pencitraan semata.
Menurut pendapat saya, jangan memilih-milih karena perihal politik. Karena kebanyakan orang membicarakan perihal Presiden harus memilih ini harus memilih itu karena mereka politiknya seperti ini. Lebih baik jauhkan dari kata politik, yang terpenting adalah orang yang memimpin berpegang teguh dengan Tuhan Yang Maha Esa, berkomitmen, bertanggungjawab, dan dapat dipercaya, tidak obral-obral janji.
Karena politik bagi saya tidak akan mempengaruhi, semua kehendak Yang Diatas, semu a apa yang telah dilakukan dan telah mereka janjikan akan dicatat oelh Yang Maha Atas, dan akan diminta pertanggungjawaban atas jabatannya itu. Dan kita ketika memilih harus sepenuhnya percaya dan berdo’a bahwa pemimpin yang saya pilih ini semoga amanah. Aamiin..
Maka dari itu, hindari dalam memilih dengan kata “politik”. Pilihlah yang menurut Anda calon pasangan yang benar-benar beramanah dan dapat dipercaya dengan janji-janjinya itu. Dan tidak lupa pasangan calon berpegang teguh kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Komentar
Posting Komentar